Selasa, 06 Desember 2011

Lensa Essilor Vs Rodenstock

...tampaknya akan menarik untuk dibahas 2 buah perusahaan besar yg bergerak dibidang optical yg memeras kantong kita dan menelanjangi pikiran kita tentang technology yg mereka gunakan hanya untuk memakai kacamata dengan kualitas yg membanggakan.
pertama saya akan menuntaskan pengetahuan saya tentang essilor dan rodenstock, dari sejarah2 yang saya amati mereka sangat tangguh dlm mengembangkan technology lensa.essilor internasional adalah perusahaan raksasa yang didirikan tahun 1972, hasil merger 2 perusahaan besar essel (1849) dan silor (1900), tumbuh dan mapan dengan jaringan terbesar di dunia.
FOKUS dan INOVASI adalah kata kunci dalam perkembangan essilor yg selalu dibanggakan oleh 25.886 pegawai saat ini, yang tersebar di 183 lab dan 17 pabrik lensa diseluruh dunia, dengan pencapaian sales 2.260,4 juta Euro tahun 2004, dengan produksi 180 juta lensa ditahun tersebut, menjadi produsen lensa terbesar di dunia.Essilor selalu mengembangkan dirinya dan selalu menggali lebih dalam apa yang konsumen minta, Essilor yang selalu menciptakan produk baru dengan metodologi " DIOPTRIC LOOP ".
Pertama, R & D Essilor menggali lebih dalam kebiasaan penglihatan para presbiop, mengembangkan desain lensa yg mempertimbangkan kebiasaan, membuat prototip, lalu melakukan tes ke para pemakai.
disitulah kehebatan Essilor sepanjang desain yg baru itu tidak benar2 bisa diterima oleh para pemakai, R & D akan melanjutkan lagi siklus DIOPTRIC LOOP; melakukan penelitian, menciptakan prototip baru, lalu melakukan tes; hingga didapat desain baru yang benar2 diterima oleh para pemakai.

karenanya sangat enak dipakai yaitu salah satu desain essilor adalah varilux, setiap desain varilux sangat nyaman karena diciptakan dengan mengacu pada kebiasaan fisiologis pemakai / presbiop.
inilah sejarah varilux yang berkembang dari zaman ke zaman.

1. varilux 1 (1959)
lensa PAL pertama di dunia, desain dasarnya menitikberatkan teknologi yang memungkinkan bersambungnya daerah penglihatan jauh dan daerah penglihatan baca.

2. varilux 2 (1972)
lensa PAL pertama yang mempertimbangkan fisiologis pemakai. selain memperhitungkan bidang penglihatan jauh, menengah, dan baca yang tetap luas, desain juga mempertimbangkan pentingnya penglihatan tepi dan penglihatan dinamis. penglihatan binokuler juga dioptimalkan dengan konsep desain asimetris.

3. VARILUX MULTI DESIGN (1988)
lahir sebagai jawaban memenuhi kebutuhan presbiop ketika terus bertambah addisinya. konsep desainnya adalah untuk mengoptimalkan keanyamanan penglihatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar